Sekat bakar yang dibuat oleh PT RHM dalam penanganan Karhutla.

Sekat bakar yang dibuat oleh PT RHM dalam penanganan Karhutla.

MUSI BANYUASIN – Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah HP Lalan Mendis, Medak, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, diperkuat dengan pembangunan sekat bakar sepanjang sekitar 890 meter.

Pembangunan sekat bakar tersebut menjadi salah satu langkah yang dilakukan secara terpadu untuk menghambat pergerakan api dan mengurangi risiko meluasnya kebakaran. Hingga 22 September 2026, pengerjaan masih terus berlangsung.

Dalam kegiatan ini, PT Rimba Hutani Mas (PT RHM) mengerahkan 12 unit excavator untuk mempercepat pembangunan sekat bakar. Sekat tersebut memiliki lebar berkisar 6–8 meter.

Selain pembangunan sekat bakar, penanganan karhutla dilakukan melalui pemadaman darat, patroli, pemantauan, serta dukungan operasi udara.

Penanganan di lapangan melibatkan PT RHM bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Lalan Mendis, TNI, Polri, Manggala Agni, Kelompok Masyarakat Peduli Api (KMPA), masyarakat, serta sejumlah perusahaan di sekitar lokasi.

KPH Lalan Mendis turut mengerahkan personel pemadam dan peralatan pemadaman untuk mendukung penanganan di sejumlah titik.

Kebakaran di wilayah tersebut pertama kali terdeteksi pada 15 September 2026 melalui pemantauan menara api. Sejak saat itu, tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pemantauan dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.

Pembangunan sekat bakar sendiri mulai dikerjakan pada 19 September 2026. Hingga 22 September, panjang sekat yang telah dibangun mencapai sekitar 890 meter.

Bersamaan dengan pekerjaan tersebut, pemadaman dari darat terus dilakukan menggunakan pompa, jaringan selang, dan berbagai peralatan pemadaman. Mobilisasi personel dan peralatan dilakukan sesuai kebutuhan untuk memperkuat penanganan di sejumlah titik.

Dukungan juga diberikan dari udara. Helikopter Kamov PK-KII digunakan untuk patroli dan water bombing. Dalam operasi tersebut, helikopter melaksanakan dua sorti dengan total 46 kali water bombing.

Kepala KPH Lalan Mendis, Amiril, S.Hut., mengatakan keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat pengendalian karhutla di lapangan.

“Penanganan karhutla memang membutuhkan keterlibatan dan koordinasi berbagai pihak. Dukungan PT RHM melalui personel, peralatan, alat berat, maupun dukungan lainnya turut membantu upaya pengendalian yang sedang dilakukan bersama di lapangan,” ujar Amiril.

“Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus terjaga, terutama dalam mendukung pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah Lalan Mendis,” tambahnya.

Sementara itu, Fire Marshal PT RHM, Agung Pratama, mengatakan pembangunan sekat bakar merupakan bagian dari rangkaian pengendalian karhutla yang dilakukan bersama berbagai unsur di lapangan.

“Pembangunan sekat bakar kami lakukan untuk membantu menghambat pergerakan api. Langkah ini berjalan bersama pemadaman darat, patroli, pemantauan, dan dukungan udara yang dilakukan secara terkoordinasi dengan berbagai pihak di lapangan,” kata Agung.

Menurut Agung, perubahan kondisi di lapangan membuat koordinasi dan penyesuaian respons menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla.

“Fokus bersama adalah mengendalikan api dan mencegah penyebarannya ke wilayah yang lebih luas. Karena itu, personel, peralatan pemadaman, alat berat hingga dukungan helikopter dikerahkan sesuai kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Lokasi kebakaran diketahui berada di luar wilayah konsesi PT RHM. Meski demikian, perusahaan turut mengerahkan personel, peralatan pemadaman, alat berat, serta dukungan udara sebagai bagian dari upaya bersama dalam pengendalian karhutla di Kabupaten Musi Banyuasin.

Hingga 22 September 2026, pembangunan sekat bakar masih dilanjutkan bersamaan dengan pemadaman darat, patroli, pemantauan, dan dukungan operasi udara oleh tim gabungan.(lut)